Kamis, 02 April 2015

Tugas 1 - Bahasa Indonesia 2



1.      Jelaskan definisi karya akademik dan berikan contohnya dalam bentuk paragraf.
Jawab :
Karya akademik merupakan karya tertulis berupa hasil pengamatan, penelitian, dan pemikiran seseorang yang disusun secara sistematis dengan bahasa yang baik dan benar guna untuk lebih mudah dipahami oleh pembaca serta isi dari karya akademik tersebut dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Karya akademik digunakan dalam bidang pendidikan guna untuk tuntuatan formal akademik.

Contoh :

KEBERSIHAN

Kebersihan sebuah cerminan bagi setiap individu dalam menjaga kesehatan yang begitu penting dalam kehidupan sehari-hari.  Dan seperti yang kita ketahui bahwa kebersihan merupakan suatu keadaan yang bebas dari segala kotoran, penyakit, dan lain lain, yang dapat merugikan segala aspek  yang menyangkut setiap kegiatan dan perilaku lingkungan masyarakat. Dan sebagaimana di ketahui bahwa kehidupan manusia sendiri tidak bisa dipisahkan baik lingkungan alam maupun lingkungan sosial. Maka sebagai individu harusnya segala aspek  yang ada dalam masyarakat harus dapat menjaga kebersihan lingkungan


2.      Jelaskan perbedaan karya akademik dan non akdemik. Berikan contoh masing-masing yang membedakan kedua bentuk karya di atas.
Jawab :
Karya akademik merupakan karya tertulis berupa hasil pengamatan, penelitian, dan pemikiran seseorang yang disusun secara sistematis dengan bahasa yang baik dan benar guna untuk lebih mudah dipahami oleh pembaca serta isi dari karya akademik tersebut dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Sedangkan karya non akademik atau yang biasanya disebut dengan karya fiksi merupakan karya tulis berupa fakta pribadi atau pengalaman seseorang yang bersifat subjektif, emotif, persuatif dan argumentatif serta isi dari karya tersebut tidak dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Perbedaan karya akademik dan non akademik yaitu :
1.      Isi dari karya tersebut.
2.  Karya akademik menggunakan bahasa baku, sedangkan non akademik tidak menggunakan bahasa baku.
3.    Karya akademik dalam penyajian bersifat objektif, sedangkan non akademik bersifat subjektif.
4.      Karya ademik tidak emotif, sedangkan non akademik emotif.
5.      Karya ademik tidak bersifat argumentatif, sedangkan non akademik argumentatif.
6.  Karya akademik didukung oleh fakta umum, sedangkan non akademik tidak didukung oleh fakta umum.


Contoh :

Karya Akademik

INDONESIA PENGHASIL KOPI TERBAIK DI DUNIA

Indonesia merupakan negara yang kaya akan hasil pertanian dan perkebunan. Hasil perkebunan yang terkenal di dunia yaitu kopi. Kopi merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memiliki peran penting dalam peningkatan ekspor di Indonesia. Wilayah Indonesia yang menurut riset IDH memiliki potensi penghasil kopi yang baik antara lain Lampung, Sumatra Utara, dan sebagian besar wilayah Jawa. Berdasarkan data BPS ekspor kopi di Indonesia semakin meningkat, pada tahun 2010 sebesar 983.998, tahun 2011 sebesar 1.303.494, tahun 2012 sebesar 1.566.805. Dari tahun 2010 sampai 2012 mengalami peningkatan sedangkan pada tahun 2013 mengalami penurunan sebesar 1.468.261.
Karya Non Akademik

Cintaku Bertepuk Sebelah Tangan

Tak terasa waktu berjalan begitu cepat. Namaku Fira, Fira Putri Sari lengkapnya. Kini aku telah memasuki ajaran baru, aku sekarang duduk di bangku SMP. Meninggalkan kenangan yang sudah lalu. Kenangan yang mungkin menyakitkan, karena cintaku bertepuk sebelah tangan. Cinta pada orang yang tak pernah mengerti apa yang kurasa, Rangga Putra namanya. Mungkin memang salahku, karena beranggapan dia akan membalas cintaku. Ternyata tidak, aku hanya mendapatkan harapan palsu yang diberi olehnya seperti kopi tanpa gula yang rasanya pahit sekali.


3.      Setiap penulis karya akademik perlu berefleksi tentang pembacanya, yaitu:
a.       Siapa yang membaca karyanya?
b.      Bagaimana cara mengekspresikan gagasannya?
c.       Beberapa banyak teks yang perlu ditulis?
Dari ketiga komponen di atas, jelaskan masing-masing komponen tersebut menurut versi kalian masing-masing.
Jawab :
a.   Karya akademik dibaca oleh penulis itu sendiri dan orang-orang yang sedang melakukan penelitian sebagai bahan referensi untuk membuat suatu karya ilmiah atau karya akademik, dosen, serta masyarakat.  
b.   Mengekspresikan gagasan dalam karya akademik yaitu dengan membuat tulisan yang mudah dipahami oleh orang lain atau pembaca sehingga tulisan yang dibuat oleh penulis tersebut dapat dikomunikasikan kepada orang lain.
c.     Banyak teks yang perlu ditulis dalam karya akademik yaitu tergantung dari struktur yang membangun penulisan, yang paling penting dalam penulisan karya akademik isinya harus bersifat jelas, logis, sistematis, objektif serta dapat mudah dipahami dan dibaca secara seksama oleh para pembaca.


Sumber : Dalman. 2012. Menulis Karya Ilmiah. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Jumat, 14 November 2014

Analisis Artikel Tentang Konsumsi, Konsumen, Konsumtif, dan Konsumerisme dalam Perilaku Konsumen









 Analisis : 

Dari artikel diatas dapat disimpulkan bahwa konsumsi merupakan suatu kegiatan yang bertujuan untuk mengurangi atau menghabiskan daya guna suatu benda, baik berupa barang ataupun jasa dalam memenuhi kebutuhannya. Konsumsi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya faktor eknomi (pendapatan, kekayaan, tingkat bunga, dan perkiraan masa depan), faktor demografi (komposisi penduduk, dan jumlah penduduk), dan faktor lainnya (kebiasaan adat istiadat dan gaya hidup). Orang yang mengkonsumsi disebut sebagai konsumen. Konsumen merupakan orang yang memakai barang yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan individu keluarga, orang lain. Sedangkan orang yang mengkonsumsi barang dan jasa secara berlebihan disebut sebagai konsumtif. Perilaku konsumtif merupakan perilaku individu yang dilakukan oleh seorang konsumen ditunjukan untuk mengkonsumsi secara berlebihan dan tidak terencana terhadap barang ataupun jasa yang tidak diperlukan. Ada beberapa aspek yang mempengaruhi perilaku konsumtif yaitu aspek pembeli impulsif, aspek pembelian tidak irasional dan aspek pembelian boros atau berlebihan. Perilaku konsumtif dapat terjadi karena ada pembeli yang ingin tampak berbeda dari yang lain dan pembeli yang ikut-ikutan atau meniru orang lain. Masyarakat yang berperilaku konsumtif kebanyakan dari kaum wanita, karena wanita selalu membeli barang yang tidak terlalu dibutuhkan oleh dirinya sehingga menimbulkan sifat yang berlebihan di dalam mengkonsumsi suatu barang. Konsumerisme merupakan paham atau ideologi yang menjadikan seseorang atau kelompok melakukan proses konsumsi atau pemakaian barang hasil produksi secara berlebihan atau tidak sepantasnya secara sadar dan berkelanjutan. Cara menghindari konsumerisme yaitu harus mengendalikan diri dan membelanjakan uang yang benar-benar dibutuhkan oleh kita, dan jangan mudah terpengaruh oleh orang lain, seperti rayuan atau bujukan dari orang lain.

Referensi :
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/10/konsep-konsumsikonsumenkonsumtif-dan-konsumerisme/#

Rabu, 08 Oktober 2014

PERILAKU KONSUMEN


A.      Pengertian Perilaku Konsumen

Perilaku konsumen atau disebut juga dengan customer behavior merupakan kegiatan-kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan mempergunakan barang-barang atau jasa termasuk di dalamnya proses pengambilan keputusan pada persiapan dan penentuan kegiatan-kegiatan tersebut.

Di dalam perilaku konsumen terdapat dua elemen penting yaitu proses pengambilan keputusan dan kegiatan fisik, yang semua ini melibatkan individu dalam menilai, mendapatkan, dan mempergunakan barang atau jasa secara ekonomis.

B.       Manfaat Perilaku Konsumen

Perilaku konsumen sangat perlu dipelajari karena mempunyai manfaat sebagai berikut :
·         Membantu para manajer dalam pengambilan keputusan.
·         Memberikan pengetahuan kepada para peneliti pemasaran dengan dasar pengetahuan analisis konsumen.
·         Membantu legislator dan regulator dalam menciptakan hukum dan pertauran yang berkaitan dengan pembelian dan penjualan barang dan jasa.
·         Membantu konsumen dalam pembuatan keputusan pembelian yang lebih baik.

C.      Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen

Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen terdiri dari dua faktor yaitu :

·         Faktor Eksternal
Faktor eksternal merupakan faktor dari luar lingkungan. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen antara lain :
a.       Kebudayaan
Secara definitif kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik dari manusia dengan belajar. Mempelajari perilaku konsumen adalah mempelajari perilaku manusia, sehingga perilaku konsumen juga ditentukan oleh kebudayaan yang tercermin pada cara hidup, kebiasaan, dan tradisi dalam permintaan akan bermacam-macam barang dan jasa. Jadi perilaku konsumen sangat ditentukan oleh kebudayaan yang melingkupinya, dan pengaruhnya akan selalu berubah setiap waktu sesuai dengan kemajuan atau perkembangan zaman dan masyarakat itu.

b.      Kelas Sosial
Kelas sosial adalah sebuah kelompok yang relatif homogen yang bertahan lama dalam sebuah masyarakat, yang tersusun secara hierarkhi dan yang keanggotaannya mempunyai nilai minat dan perilaku yang sama (Philip Kotler, 1993:225). Kelas sosial mempunyai beberapa karakteristik antara lain :
1)      Orang-orang dalam setiap kelas sosial cenderung mempunyai perilau yang serupa dibanding orang-orang yang berasal dari dua kelas sosial yang berbeda.
2)      Seseorang dipandang mempunyai pekerjaan yang rendah atau tinggi sesuai dengan kelas sosialnya.
3)      Kelas sosial seseorang dinyatakan dengan beberapa variabel seperti jabatan, pendapatan, kekayaan, pendidikan dan orientasi terhadap nilai daripada hanya berdasarkan sebuah variabel.
4)      Seseorang mampu berpindah dari satu kelas sosial ke kelas sosial lainnya, naik atau turun selama hidupnya.
Dengan memahami perilaku konsumen antar masing-masing kelas sosial maka perusahaan dapat menyelenggarakan dan melaksanakan program-program pemasaran yang efektif dan efisisien.

c.       Keluarga
Keluarga digunakan untuk menggambarkan berbagai macam bentuk rumah tangga. Macam-macam bentuk keluarga antara lain :
1)      Keluarga Inti (Nuclear Family)
2)      Keluarga Besar (Extended Family)
Setiap anggota keluarga memiliki selera dan keinginan yang berbeda. Oleh karena itu perusahaan dalam mengidentifikasikan perilaku konsumen harus mengetahui siapa perlu, pengambil insiatif, pembeli atau siapa yang mempengaruhi keputusan untuk membeli dengan mengetahui peranan dari masing-masing anggota keluarga, maka perusahaan dapat menyusun program-program pemasaran dengan lebih baik dan terarah.

d.      Kelompok Referensi dan Kelompok Sosial
1)      Kelompok Referensi
Kelompok referensi adalah kelompok yang menjadi ukuran seseorang untuk membentuk kepribadian perilakunya. Orang pada umumnya sangat dipengaruhi oleh kelompok referensi mereka dengan tiga cara pertama, kelompok referensi pada seseorang perilaku dan gaya dan konsep jati diri seseorang karena orang tersebut ingin menyesuaikan diri yang dapat mempengaruhi pilihan produk dan merek seseorang (Philip Kotler, 1993 : 228). Dalam hal ini maka manajer pemasaran perlu mengetahui siapa pelopor opini dan suatu kelompok bersangkutan, guna menentuan program pemasaran.

2)      Kelompok Sosial
Semenjak manusia dilahirkan sudah mempunyai hasrat atau keinginan pokok yaitu :
a)      Keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lain di sekelilingnya (masyarakat).
b)      Keinginan untuk menjadi satu dengan alam sekelilingnya.
Suatu kelompok tidak merupakan kelompok yang statis, akan tetapi selalu berkembang, dan akan mengalami perubahan-perubahan dalam aktivitas maupun bentuknya. Perkembangan dan perubahan suatu kelompok sosial dan memengaruhi individu-individu dalam suatu kelompok dalam berperilaku.

·         Faktor Internal
Faktor internal merupakan faktor dari dalam diri seseorang. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen antara lain :
a.       Motivasi
Perilaku seseorang dimulai dengan adanya suatu motif yang menggerakkan individu dalam mencapai suatu tujuan. Secara definisi motivasi adalah suatu dorongan kebutuhan dan keinginan individu yang diarahkan pada tujuan untuk memperoleh kepuasan (Basu Swastha DH dan T. Hani Handoko, 1997 : 76). Para ahli psikologis telah mengembangkan teori-teori motivasi manusia. Tiga dari teori-teori tersebut yang terkenal yaitu :
1)      Teori Motivasi Freud
2)      Teori Motivasi Maslow
3)      Teori Motivasi Herzberg

b.      Persepsi
Persepsi didefinisikan sebagai proses dimana seseorang memilih, mengorganisasikan dan mengartikan masukan informasi untuk menciptakan suatu gambaran yang berarti dari dunia ini (Philip Kotler, 1993 : 240). Pada pemasar perlu bekerja keras untuk memikat perhatian konsumen agar pesan yang disampaikan dapat mengenai sasaran.

c.       Belajar
Belajar menjelaskan perubahan dalam perilaku seseorang yang timbul dari pengalaman (Philip Kotler, 1993 : 241). Perubahan perilaku tersebut bersifat tetap dan fleksibel. Hasil belajar ini akan memberikan tanggapan tertentu. Proses belajar terjadi karena adanya interaksi antara manusia yang dasarnhya bersifat individual dengan lingkungan khusus tertentu. Perubahan perilaku sesesorang terjual melalui keadaan saling memengaruhi antara dorongan, rangsangan, petunjuk-petunjuuk penting jawaban, faktor penguat dan tanggapan. Proses belajar pada suatu pembelian terjadi apabila konsumen ingin menanggapi dan memperoleh suatu kepuasan, atau sebaliknya tidak terjadi apabila konsumen merasaka dikecewakan oleh produk yang kurang baik.

d.      Kepribadian dan Konsep Diri
1)      Kepribadian
Kepribadian adalah pola sifat individu yang dapat menentukan tanggapan untuk bertingkah laku. Kepribadian mencakup kebiasaan-kebiasaan, sikap dan ciri-ciri sifat dan watak yang khusus yang menentukan perbedaan perilaku dari tiap-tiap individu, dan yang berkembang apabila orang tadi berhubungan dengan orang lain.
2)      Konsep Diri
Konsep diri memengaruhi perilaku konsumen didalam pembelian. Konsep diri merupakan implikasi yang sangat luas dalam proses pembelian konsumen, maka dapat digunakan dalam menentukan segmentasi pasar, periklanan, pembungkusan, personal selling, pengembangan produk dan distribusi.

e.       Kepercayaan dan Sikap
1)      Kepercayaan
Kepercayaan adalah suatu pikiran deskriptif yang dianut seseorang mengenai sesuatu (Philip Kotler, 1993 : 242). Kepercayaan ini merupakan citra produk dan merek. Orang bertindak atas kepercayaannya jika sebagian dari kepercayaan ini salah dan menghambat pembelian, maka produsen akan melakukan kampanye untuk bantah kepercayaan ini.
2)      Sikap
Sikap menggambarkan penilaian kognitif yang baik maupun tidak baik, perasaan-perasaan emosional dan kecenderungan berbuat yang bertahan selama waktu tertentu terhadap beberapa objek atau gagasan (Philip Kotler, 1992 : 203). Sikap merupakan merek dalam suatu kerangka perpikir, menyukai atau tidak menyukai terhadap suatu objek yang sama.

D.      Model-model Perilaku Konsumen

Model-model perilaku konsumen antara lain :
a.       Model Howard Sneth
Model ini dipakai untuk membantu dalam menerangkan dan memahami perilaku konsumen meskipun tidak dapat meramalkannya secara tepat, agar suatu input tertentu bisa menghasilkan suatu output tertentu pula, maka diperlukan adanya informasi dan proses pengambilan keputusan yang melibatkan motivasi, persepsi dan proses belajar seseorang.

b.      Model Engle, Kollat dan Blekwell
Model ini dikembangkan untuk faktor-faktor yang memengaruhi perilaku konsumen yang menyebabkan terjadinya keputusan pembelian. Tahap dasar dari proses pembelian ini adalah motivasi, pengamatan dan proses belajar. Kemudian diteruskan dari kepribadian, sikap dan perubahan sikap yang bekerja bersama pengaruh dari aspek sosial dan aspek kebudayaan.

c.       Model Nicosia
Model ini didasarkan pada teknik gambar aliran proses komputer dengan umpan baliknya. Ada empat komponen dasar perilaku konsumen yaitu :
·         Bidang satu merupakan aliran misi dari perusahaan yang diterima dan dicerna oleh konsumen.
·         Bidang dua pencarian data dan penilaiannya.
·         Bidang tiga merupakan perubahan bentuk yang mungkin terjadi dari motivasi kegiatan untuk membeli.
·         Bidang empat adalah kegiatan konsumen untuk menyimpan dan mempergunakan produk tersebut.

d.      Model Andreasen
Model ini menjelaskan seluruh proses dari rangsangan-rangsangan sampai dengan hasilnya yang berupa perilaku dan semuanya terkandung dalam siklus pemrosesan informasi, yang terdiri dari empat tahap, yaitu input berupa rangsangan, pengamatan dan penyaringan, perubahan-perubahan sifat, serta macam hasil yang mungkin terjadi. Manajemen pemasaran dapat menggunakan model ini untuk menyesuaikan program pemasaran dengan strategi segmentasi pasar dan diferensiasi produk.

e.       Model Gawson
Model ini menitikberatkan pada pentingnya perilaku pengambilan keputusan untuk membeli dari keseluruhan perilaku konsumen. Persepsi subjektivitas dan hubungan antar bidang dipengaruhi oleh faktor-faktor kualitatif yang menentukan keputusan untuk membeli dari konsumen.

f.       Model Hierarki Kebutuhan
Maslow mengembangkan suatu sikap hierarki yang menunjukkan adanya lima tingkatan keinginan dan kebutuhan, dimana kebutuhan yang lebih tinggi akan mendorong seseorang untuk mendapatkan kepuasan atas kebutuhan tersebut, setelah kebutuhan yang lebih rendah (sebelumnya) telah dipuaskan.

g.      Model Markov
Model ini menekankan pada perilaku pemilihan merek suatu produk dan menyebutkan bahwa hanya pemilihan merek pada pembelian terakhir yang memengaruhi pemilihan merek pembelian sekarang.

h.      Model Perilaku Pembeli Industri
Proses pembelian industri jauh lebih kompleks dari pada keputusan membeli yang dibuat oleh konsumen. Titik berat dari model ini adalah pada proses pengambilan keputusan bersama. Biasanya terdapat sejumlah individu dalam perusahaan yang ikut mengambil bagian untuk menentukan keputusan membeli. Selain itu, pentingnya faktor teknis pada barang industri juga menambah kompleksitas proses pembeliannya. Dengan adanya dua faktor tersebut (banyaknya individu yang terlibat dan faktor teknis barang industri) menyebabkan semakin lama keputusan membeli itu diambil.

Berdasarkan uraian diatas maka motif utama pembuatan model perilaku konsumen adalah memahami proses keputusan tersebut. Manajer harus mempunyai posisi yang baik untuk memberikan informasi yang tepat kepada individu. Adanya model-model tersebut sangat membantu untuk mengarahkan kegiatan pemasaran agar dapat melayani konsumen dengan baik.


Referensi :
Sunyoto, Danang. Konsep Dasar Riset Pemasaran dan Perilaku Konsumen. Yogyakarta : CAPS. 2012